Peningkatan Kualitas Tenaga Pendidik

Project Pendidikan Dalam Peningkatan Kualitas Tenaga Pendidik

Upaya peningkatan mutu pendidikan dipengaruhi oleh faktor majemuk, yaitu faktor yang satu saling berpengaruh terhadap faktor yang lainnya. Namun demikian, faktor yang paling penting adalah guru, karena hitam-putihnya proses belajar mengajar di dalam kelas banyak dipengaruhi oleh mutu gurunya. Guru dikenal sebagai ‘hidden currickulum’ atau kurikulum tersembunyi, karena sikap dan tingkah laku, penampilan profesional, kemampuan individual, dan apa saja yang melekat pada pribadi seorang guru, akan diterima oleh peserta didiknya sebagai rambu-rambu untuk diteladani atau dijadikan bahan pembelajaran. Bagi sebagian besar orangtua siswa, sosok pendidik atau guru masih dipandang sebagai wakil orangtua ketika anak-anaknya tidak berada di dalam keluar.

Program Peningkatan Kualitas Tenaga Pendidik

Banyak upaya-upaya pemerintah dalam penegembangan dan peningkatan kualitas tenaga pendidik diberbagai daerah, salah satunya pengembangan mutu di daerah Banten yaitu program yang telah digulirkan Pemprov Banten melalui Dinas Pendidikan dengan Program yang dilakukannya yaitu:

  • Bantuan kualifikasi guru S1/D4,
  • Insentif guru swasta,
  • Subsidi tenaga pendidik dan kependidikan non-formal,
  • Insentif tenaga PAUD,
  • Pemilihan pengawas kepala sekolah,
  • Pemilihan guru berprestasi dan berdedikasi, dan semacamnya.

Sejauh ini, program-program tersebut telah memberikan kontribusi yang sangat positif terhadap peningkatan kualitas pendidik dan tenaga kependidikan, baik formal maupun informal. Bahkan sejumlah prestasi yang telah diraih pendidik dan tenaga kependidikan di Banten, salah satunya, terpilihnya empat guru pada ajang pemilihan guru berprestasi tingkat nasional tahun 2010, terpilihnya guru Sekolah Dasar berdedikasi di daerah khusus/terpencil tingkat nasional tahun 2010, terpilihnya satu guru Pendidikan Luar Biasa berdedikasi tingkat nasional tahun 2010 sebagai juara 1.

Selain prestasi yang telah diraih para pendidik dan kependidikan, banyak pula prestasi yang telah diraih, sebagai hasil dari kinerja mereka terhadap para peserta didik (siswa). Pada tahun 2010 perolehan nilai dan angka kelulusan siswa di Banten pada Ujian Nasional (UN) sebagai berikut: jenjang SD rata-rata nilai mencapai 7,2 dengan presentase kelulusan 100 persen, jenjang SMP/MTs rata-rata nilai mencapai 7,87 atau melampaui target nasional 7,00 dengan tingkat kelulusan mencapai 99,83%; dan jenjang SMA/MA/SMK rata-rata mencapai nilai 7,50 dengan tingkat kelulusan mencapai 98,07 persen.

Selain dari pemerintah daerah masing-masing, terdapat juga 3 program utama yang inovatif dan progresif dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di seluruh Indonesia yang ditawarkan oleh Putra Sampoerna Foundation-School Development Outreach (PSF-SDO), yaitu Professional Development Program atau program pengembangan profesi yang bertujuan untuk mengembangkan kualitas tenaga pendidik, School Development Program atau program pengembangan sekolah yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas sekolah, dan Education Recovery Program atau program pemulihan pendidikan yang bertujuan memulihkan infrastruktur dan kualitas pendidikan pasca bencana.

Selain itu, Dinas pendidikan nasional kabupaten pasuruan berkalaborasi dengan Sampoerna School Of education Outreach menyelenggarakan program Classroom Action Reaserch (Penelitian Tindakan Kelas) yang  merupakan salah satu cara untuk meningkatkan kualitas pendidik dan tenaga kependidikan. Dengan memberikan kesempatan untuk menyelesaikan masalah-masalah pembelajaran dan non pembelajaran secara profesional lewat penelitian tindakan secara terkendali, hingga akhirnya kualitas guru dapat meningkat.

Program Classroom Action Reaserch (Pemelitian Tindakan Kelas) tersebut sudah dilaksanakan di tiga kota, diantaranya Kabupaten Karawang, Kota Surabaya, serta Kota dan Kabupaten Pasuruan. Secara keseluruhan, program tersebut akan diiukti oleh sekitar 90 Kepala sekolah dan 2.270 guru bidang studi di tiga daerah tersebut. Program peningkatan kualitas guru dan kepala sekolah meliputi pelatihan kepemimpinan, inovasi dalam metode mengajar, master teacher, penelitian tindakan kelas (Classroom Action Reaserch), menjadi peserta dalam konferensi guru Indonesia serta pengembangan sarana resource center bagi para peserta kepelatihan. melalui kalaborasi tersebut, Sampoerna School Of education Outreach, Pemkot serta Pemkab Pasuruan serta PT HM. sampoerna Tbk, berharap bahwa upaya ini dapat menciptakan generasi guru Indonesia yang memiliki kualitas, profesional, inovatif, dan berstandart Internasional.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: